Pekarangan Pelangiku
Pagi menyapa hangat melalui sinaran
Seakan menembus belulangku
Menarik simpul-simpul senyum di pipiku
Merasakan bahwa ia begitu dekat di hatiku
Bahkan nyanyian merdu di atas ranting-ranting kala itu
Menambah keceriaan pekarangan pelangiku
Ku lihat merah merekah dalam mawarku
Sorotan jingga mentari membentang di depan mataku
Dedaunan. .dedaunan. .dan dedaunan. .hijaunya begitu memukau
Dan lihatlah! Sang biru muda menaunginya. .menaungiku.
Berpadu dengan gumpalan putih terbawa angin
Seakan surga. .yang tak ingin kulepas darinya
Ketika langkah membawaku bersama pijakan di atas bumi
Aku kan menemuinya. .menyaksikan keindahannya
Bahkan kusempatkan diri menari berputar di tengah warna warna berpendar
Sekedar membagi kesejukan di ujung keranku
"Tetaplah indah, pelangiku. ."
Harap yang senantiasa membuncah
Tak ada kekhawatiran tinggalkan mereka sendiri
Tak ada setitik debu pun yang mampu mengganggunya. .menghapus indahnya
Karena telah kupercayakan mereka pada keramahan alam
Bahkan ketika ku kembali pulang
Ungu menggantung lembut saat senja menjemput
Di atasnya. .di atas pekarangan pelangiku. .
Atau, saat matahari enggan pergi menyisakan semburat jingga kemerahannya
Adakah kau temukan pelangi di pekaranganmu?
Seharusnya kau . .kita punya
Alam tak habisnya mengajak untuk mencintainya
Simponi antara pemberian dan ketulusan respon
^^
..................
Ia Begitu Setia
Tidakkah kau dengar rintihan di pusaran pijakanmu?
Ia begitu pilu kudengar, seolah marahnya tak membangunkan kita
Dari lelap panjang dan kesombongan
Seolah kenyangnya perut dan terhapusnya dahaga hadir tanpanya
Perannya yang butakan mata hati dan pikiran kita
Tidakkah kau rasakan ia begitu terguncang perih?
Saat udara sesak yang kita ciptakan melingkupi melukainya halus
Saat ringannya raga membuang mereka yang bahkan kita pun bergidik jijik karenanya
Saat ia bersapa ramah pun kita mengabaikannya acuh
Ia. .bumi kita tersayang
Tak hentinya langit menjerit lalu berakhir tangisan
Dan kita menyalahkannya karena terendamnya bangunan megah kita
Tanah pun ikut menampilkan tarian mautnya
Lalu kita hujat dia karena telah luluh lantahkan harta kesayangan
Padahal kitalah jua penyebab ia begitu rapuh
Kerapuhan yang mampu ciptakan kekuatan agungnya
Dan ingatkah wahai diri?
Ketika bau garam tercium hingga perkotaan
Hinga ke ujung menara tertinggi, bercampur darah dan bangkai memuakkan
Karena bumi kita tersayang,
Tak ingin menangis sendiri saja
Ia telah mengajak kita. .mengajak bersamanya
Menikmati rintihan memilukan
Ia hanya mencoba setia, membalas ketidaksetiaan kita padanya.
Our earth is in our hearts.
Don't try to hurt it, ,'cause you'll feel hurt too . .
Written by : Widya Kartika
........................
Lomba Menulis Puisi Jelang Hari Bumi : 30 Maret-15 April 2011
Dalam rangka jelang hari bumi (22 April) dan Hari lingkungan hidup internasional (5 Juni) saya mengundang teman-teman untuk mengekspresikan wujud kepeduliannya kepada Bumi dan Lingkungan Hidup dengan mengikuti event Lomba Menulis Puisi dengan ketentuan sebagai berikut:
- Puisi bertema : Bumi dan Lingkungan Hidup (Boleh memilih salah satu, boleh menggabungkan keduanya).
- Puisi harus benar-benar karya asli bukan saduran, terjemahan dari puisi orang lain.
- Maksimal hanya boleh mengirimkan 3 Judul puisi saja ( Boleh satu tema, boleh dua tema atau gabungan kedua tema).
- Memposting Puisi beserta Info lomba ini di catatan FB masing-masing dengan mentag Tri Lego Indah dan teman-teman anda.
- Puisi juga dikirim ke email: me_muslimnegarawan@ymail.com dengan menulis subject : LMP (Judul Puisi+Nama Akun FB)
- Naskah harus dilampirkan (bagi yang menulis di badan email tidak akan di data di update peserta).
- Jangan Lupa menyertakan judul dalam kiriman puisinya.
- Menyertakan Nama Lengkap, Akun FB, Email dan No. Hp diakhir puisi.
- Event ini berlangsung mulai 30 Maret 2011 sampai dengan 15 April 2011 (Pukul 23.59 wib).
Pengumuman Pemenang Insyaallah tanggal 22 April 2011 (bertepatan dengan hari bumi)
Kriteria Penilaian Dari Dewan Juri:
a) Kesesuaian tema[bobot 10%]
b) Keindahan puisi [bobot 25%]
c) Kekuatan metafora dan diksi [bobot 30%]
d) Kekuatan pesan/makna[ bobot 25%]
e) Pemilihan judul [ bobot 10%]
Penilaian sepenuhnya dilakukan dewan juri, Tri Lego Indah hanya sebagai penyelenggara
Nama dewan juri akan dipublish saat pengumuman pemenang ( untuk menjaga agar penilaian tetap objektif)
-Puisi terbaik pilihan juri akan mendapatkan pulsa senilai Rp. 50.000 + Piagam penghargaan + Buku Kumpulan Puisi.
-Seluruh peserta akan mendapatkan Piagam keikutsertaan
Jika teman-teman berkeinginan untuk membukukan puisinya, maka biaya penerbitan akan ditanggung bersama-sama. Semua naskah yang masuk berkesempatan untuk dibukukan jika memenuhi kriteria seperti yang disampaikan dewan juri.
Jika nantinya banyak yang menyepakati untuk dibukukan, maka royalti antologi puisi ini akan disumbangkan untuk komunitas pecinta lingkungan hidup yang memiliki dedikasi tinggi untuk lingkungan hidup.
Bagi yang sudah mengirimkan puisinya dan ingin dibukukan karyanya, harap untuk mengkonfirmasi keikut sertaan dengan menginbox Tri Lego Indah dengan menulis subject : Konfirmasi LMP.
Naskah yang masuk menjadi hak penyelenggara.
Segera suarakan kepedulianmu terhadap Bumi dengan mengikuti Event Ini
Dont Miss it
Salam
Tri Lego Indah
Sumber : http://cerpeneddelweissnaqiyyah.blogspot.com/2011/04/lomba-menulis-puisi-jelang-hari-bumi.html