Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Assalamu'alaikum ..... ^___^



NoteNov 20, '11 2:08 AM
for everyone





NoteJun 29, '11 10:49 PM
for everyone



NoteMay 25, '11 4:10 AM
for everyone

Blog EntryMay 4, '11 6:15 AM
for everyone

. . .

 

Ada yang tak biasa dengan alam.. ada yang tak biasa dengan atmosfer di atas bumi... ada yang tak biasa yang terjadi di sini... di dekatku...

 

Tak ingin dulu bermelankolis sebenarnya, tapi apa daya... hati yang menuntun.

 

Ada yang tak biasa dengan angin... ada rahasia yang ingin tetap menjadi rahasia... ada ombak yang diam-diam mencium pasir yang tak lagi kering... ada goresan yang terhapus.

 

Satu hal yang kuyakin, Dia dekat, saat aku hanya sendiri, maka yang kedua adalah Dirinya... saat ku bertiga dengan yang lain...yang keempat adalah Dirinya... saat ku berempat...yang kelima adalah Dirinya. Saat aku bersamamu, sahabat... Dia membersamai kita. Jadi, tak ada kata "sendiri" dalam kamus kehidupan kita. Bahkan, saat secara ragawi engkau duduk sendirian, kau tetap merasakan hadir-Nya.

 

Seperti saat-saat lalu... saat yang "tak biasa" itu menghampiri benakku.

 

Hari itu, saat ku berkawan dengan langit, aku temukan, bahwa terkadang aku terlalu egois untuk menyadari kehadiran mereka... teman-teman bumi yang begitu setia..bahkan aku tak yakin diri ini mampu sesetia mereka. Tak percaya?

Aku berkawan dengan langit, saat ia menampakkan keindahannya yang tiada tara. Purnama. The beautiful fullmoon. I've remembered it..n I can't forget it. ^^

 

Namun ternyata, ia tak hanya sendiri mengajak bumi bermain malam itu... ia mengajak sekawanan bintang untuk menemani. Malam yang ramai, langit yang tak lagi kelam. Aku merindukan mereka. Dan akan selalu merindukan mereka.

 

Begitu setianya langit terhadap bumi. Begitu setianya purnama terhadap langit. Begitu setianya bintang-bintang terhadap purnama. Begitu setianya bintang-bintang terhadap setiap pasang mata yang takjub melihat keindahan mereka.

 

Cukup untuk kisah malam. Mari kita tengok kepada ia yang senantiasa setia terhadap malam. Siang ^^. Begitu baiknya siang menggantikan tugas sang malam menemani bumi. Dan saat ia lelah pun, dan saat ia segera menemui senja setiap harinya, sang malam menyambut hangat dan menggantikan tugasnya. Mereka serasi  dan sangat kooperatif. Tak pernah berebut jatah menemani bumi. Mereka memiliki peran berbeda, namun slaing melengkapi ^^

 

Berapa menit waktu yang paling lama kau buang untuk menatap langit di kala siang?

 

Satu detik?

 

Maukah mencoba lebih lama dari itu? Sekali saja... dan tatap ia saat matahari sedang ganas-ganasnya =P

 

Memang... panas ...sangat panas... tapi.. ^^

 

Melihat langit yang terdekat dengan matahari saat itu... membuatku tersenyum sendiri. Tersenyum yang lama, selama ku manatapnya.  Biru. Bahkan baru kusadar, goresan tinta warna biru hasil karya-Nya indah, cerah, , dan tentu tak ada yang bisa melanggar copyright milik-Nya ;).. takkan ada yang mampu. Memang, lukisan langit terindah di kala siang adalah langit biru. Dan hmm... lagit biru yang setia menemani matahari dari pagi hingga sore menjelang pun, memiliki sahabat yang tak kalah setianya, yaitu..awan...awan putih ^^.

 

Gumpalan-gumpalannya saat itu, terlihat begitu dekat dengan atap-atap rumah. Sangat dekat, dan besar, dan...putih. Putih.  Putih. ^^

 

 

Subhanallah... ini masih tentang kesetiaan langit terhadap bumi...

Hujan. Bukankah tak sedikit yang tak menyukainya... karena satu alasan : ia air, ia basah.

 

Namun, tak ada yang lebih mampu merelakan dirinya jatuh ke bumi,,, selain hujan. Trims hujan, ^^

 

Kesetiaan mereka memang takkan abadi, dan fana. Namun kesetiaan mereka sepanjang perjalanan "hidup" mereka... bersama dengan yang lainnya, tak pernah berhenti di satu titik. Mereka terus berjalan, kadang berlari, beriringan maupun berkejaran.

 

Namun, kita terlalu sibuk untuk mempelajari bagaimana di dunia ini, tak hanya skenario manusia saja yang sedang dimainkan... namun seluruh makhluk dan ciptaan-Nya pun sedang memainkan peran mereka masing-masing. Berlomba-lomba menjadi yang terbaik di hadapan Pencipta mereka. Menjalankan peran dengan baik, tak sedikitpun protes pada sang Penulis Skenario. Para pelaku yang setia terhadap skenario yang telah diperuntukkan terhadap dirinya.

 

Kembali ke awal... innallaha ma'anaa

Kesetiaan-Nya menemani dan membersamai langkah kita tak perlu dipertanyakan lagi... yang perlu dipertanyakan adalah... adakah diri kita setia terhadap-Nya?

 

Betapa sering kita melupakan peran yang kita miliki untuk dipersembahkan pada-Nya, peran itu kita lupakan... "skenario"nya pun kita tak tahu (harus berlaku apa)... dan sang Penulis Skenario pun luput dari ingatan kita. Astagfirullah. Bagaimana kita mampu menjalani peran kita di "pementasan drama" dan menjadi yang terbaik di hadapan-Nya ? T_T

 

Maafkan aku, Rabb... yang sering begitu mengkhianati-Mu... yang sering tak setia melakukan apa yang Kau senangi... yang bahkan baik untukku di kehidupanku yang sesunggunya kelak...

 

Aku ingin seperti langit, yang Kau ciptakan setia terhadap bumi...

Aku ingin seperti malam, yang Kau ciptakan setia terhadap siang ...

Aku ingin seperti purnama, yang Kau ciptakan setia terhadap malam...

Aku ingin seperti awan putih, yang Kau ciptakan setia terhadap langit bitu...

Aku ingin seperti mereka semua...yang setia terhadap titah-Mu ...


Blog EntryApr 13, '11 11:11 PM
for everyone

Pekarangan Pelangiku

 

 

Pagi menyapa hangat melalui sinaran

Seakan menembus belulangku

Menarik simpul-simpul senyum di pipiku

Merasakan bahwa ia begitu dekat di hatiku

Bahkan nyanyian merdu di atas ranting-ranting kala itu

Menambah keceriaan pekarangan pelangiku

Ku lihat merah merekah dalam mawarku

Sorotan jingga mentari membentang di depan mataku

Dedaunan. .dedaunan. .dan dedaunan. .hijaunya  begitu memukau

Dan lihatlah! Sang biru muda menaunginya. .menaungiku.

Berpadu dengan gumpalan putih terbawa angin

Seakan surga. .yang tak ingin kulepas darinya

Ketika langkah membawaku bersama pijakan di atas bumi

Aku kan menemuinya. .menyaksikan keindahannya

Bahkan kusempatkan diri menari berputar di tengah warna warna berpendar

Sekedar membagi kesejukan di ujung keranku

"Tetaplah indah, pelangiku. ."

Harap yang senantiasa membuncah

Tak ada kekhawatiran tinggalkan mereka sendiri

Tak ada setitik debu pun yang mampu mengganggunya. .menghapus indahnya

Karena telah kupercayakan mereka pada keramahan alam

Bahkan ketika ku kembali pulang

Ungu menggantung lembut saat senja menjemput

Di atasnya. .di atas pekarangan pelangiku. .

Atau, saat matahari enggan pergi menyisakan semburat jingga kemerahannya

Adakah kau temukan pelangi di pekaranganmu?

Seharusnya kau . .kita punya

Alam tak habisnya mengajak untuk mencintainya

Simponi antara pemberian dan ketulusan respon

^^

 

 

..................

 

Ia Begitu Setia

 

 

Tidakkah kau dengar rintihan di pusaran pijakanmu?

Ia begitu pilu kudengar, seolah marahnya tak membangunkan kita

Dari lelap panjang dan kesombongan

Seolah kenyangnya perut dan terhapusnya dahaga hadir tanpanya

Perannya yang butakan mata hati dan pikiran kita

 

Tidakkah kau rasakan ia begitu terguncang perih?

Saat udara sesak yang kita ciptakan melingkupi melukainya halus

Saat ringannya raga membuang mereka yang bahkan kita pun bergidik jijik karenanya

Saat ia bersapa ramah pun kita mengabaikannya acuh

Ia. .bumi kita tersayang

 

Tak hentinya langit menjerit lalu berakhir tangisan

Dan kita menyalahkannya karena terendamnya bangunan megah kita

Tanah pun ikut menampilkan tarian mautnya

Lalu kita hujat dia karena telah luluh lantahkan harta kesayangan

Padahal kitalah jua penyebab ia begitu rapuh

Kerapuhan yang mampu ciptakan kekuatan agungnya

 

Dan ingatkah wahai diri?

Ketika bau garam tercium hingga perkotaan

Hinga ke ujung menara tertinggi, bercampur darah dan bangkai memuakkan

 

Karena bumi kita tersayang,

Tak ingin menangis sendiri saja

Ia telah mengajak kita. .mengajak bersamanya

Menikmati rintihan memilukan

Ia hanya mencoba setia, membalas ketidaksetiaan kita padanya.

 

 

 

Our earth is in our hearts.

Don't try to hurt it, ,'cause you'll feel hurt too . .

 

Written by : Widya Kartika

 

 

........................

 

Lomba Menulis Puisi Jelang Hari Bumi : 30 Maret-15 April 2011

 

Dalam rangka jelang hari bumi (22 April) dan Hari lingkungan hidup internasional (5 Juni) saya mengundang teman-teman untuk mengekspresikan wujud kepeduliannya kepada Bumi dan Lingkungan Hidup dengan mengikuti event Lomba Menulis Puisi dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Puisi bertema : Bumi dan Lingkungan Hidup (Boleh memilih salah satu, boleh menggabungkan keduanya).
  2. Puisi harus benar-benar karya asli bukan saduran, terjemahan dari puisi orang lain.
  3. Maksimal hanya boleh mengirimkan 3 Judul puisi saja ( Boleh satu tema, boleh dua tema atau gabungan kedua tema).
  4. Memposting Puisi beserta Info lomba ini di catatan FB masing-masing dengan mentag Tri Lego Indah dan teman-teman anda.
  5. Puisi juga dikirim ke email: me_muslimnegarawan@ymail.com dengan menulis subject : LMP (Judul Puisi+Nama Akun FB)
  6. Naskah harus dilampirkan (bagi yang menulis di badan email tidak akan di data di update peserta).
  7. Jangan Lupa menyertakan judul dalam kiriman puisinya.
  8. Menyertakan Nama Lengkap, Akun FB, Email dan No. Hp diakhir puisi.
  9. Event ini berlangsung mulai 30 Maret 2011 sampai dengan 15 April 2011 (Pukul 23.59 wib).

Pengumuman Pemenang Insyaallah tanggal 22 April 2011 (bertepatan dengan hari bumi)

Kriteria Penilaian Dari Dewan Juri:

a) Kesesuaian tema[bobot 10%]

b) Keindahan puisi [bobot 25%]

c) Kekuatan metafora dan diksi [bobot 30%]

d) Kekuatan pesan/makna[ bobot 25%]

e) Pemilihan judul [ bobot 10%]

 

Penilaian sepenuhnya dilakukan dewan juri, Tri Lego Indah hanya sebagai penyelenggara

Nama dewan juri akan dipublish saat pengumuman pemenang ( untuk menjaga agar penilaian tetap objektif)

 

-Puisi terbaik pilihan juri akan mendapatkan pulsa senilai Rp. 50.000 + Piagam penghargaan + Buku Kumpulan Puisi.

-Seluruh peserta akan mendapatkan Piagam keikutsertaan

 Jika teman-teman berkeinginan untuk membukukan puisinya, maka biaya penerbitan akan ditanggung bersama-sama. Semua naskah yang masuk berkesempatan untuk dibukukan jika memenuhi kriteria seperti yang disampaikan dewan juri.

 Jika nantinya banyak yang menyepakati untuk dibukukan, maka royalti antologi puisi ini akan disumbangkan untuk komunitas pecinta lingkungan hidup yang memiliki dedikasi tinggi untuk lingkungan hidup.

 Bagi yang sudah mengirimkan puisinya dan ingin dibukukan karyanya, harap untuk mengkonfirmasi keikut sertaan dengan menginbox Tri Lego Indah dengan menulis subject : Konfirmasi LMP.

 

 Naskah yang masuk menjadi hak penyelenggara.

 Segera suarakan kepedulianmu terhadap Bumi dengan mengikuti Event Ini

 Dont Miss it

 

 Salam

 Tri Lego Indah

 Sumber : http://cerpeneddelweissnaqiyyah.blogspot.com/2011/04/lomba-menulis-puisi-jelang-hari-bumi.html

 


NoteApr 11, '11 7:30 AM
for everyone



Blog EntryApr 4, '11 9:15 AM
for everyone
. . .

Rabb. .
Ampuni aku yang begitu lekat dengan keegoisanku
Hingga kusanggup menyakiti hamba-Mu yang lain
Dengan sikap dan perkataanku
Karena kukira yang dulu tak pernah ada lagi
Kukira kini tak sama lagi
Kukira semuanya tlah berubah
Perkiraanku yang begitu dangkal dan tak peka

Hanya Engkau yang mampu membolak balikkan hati hamba-hambaMu
Sembuhkan hati yang terluka
Utuhkan kembali hati yang patah,Rabb. .

Dan senantiasa berilah aku kehati-hatian dalam melangkah
Berilah aku kepekaan rasa
Aku tak ingin kehilangan apa pun anugerah dari-Mu
Semoga aku bisa menjaganya, tetap utuh dan bersih
Agar tak sekotor jiwaku

Rabb,
Izinkan ku mulai semuanya
Hilangkan kesedihan yang pertama kali kurasa ini
Agar bisa ku sambut pagi-Mu tanpa sembab di mataku
Aku hanya meminta pada-Mu. .

Untukmu yang telah kusakiti hatinya
Tentu maafku tak bisa menyembuhkan hatimu
Kau pasti mampu sendiri
Dengan semangatmu, dengan keberanianmu, dengan senyummu

Untuk siapapun yang telah kulukai hatinya
Aku takkan pergi
Aku akan ada,jika lukamu yang mengering mulai basah lagi

Apakah sejuta maafku cukup. .?

Aku sendiri tak yakin,

Semoga Dia menguatkanmu. .membawamu dalam aliran sungai kasih yang bermuara di lautan cinta-Nya. .

Tak ada makhluk sejahat aku,
Yang yakin bahwa semua akan berakhir bahagia,

Rabbana. .lindungi kami dalam dekapan sayap-sayap agung-Mu


Sun, April 3rd 2011
Aku yang tak peka dan egois

T_T

Blog EntryApr 1, '11 12:15 AM
for everyone
. . .

Karena sebagian ada yang ingin terlupa, dan ada yang ingin selalu tertancap tajam dalam ingatanku.
Berawal dari "pelarian" yang tak pernah direncanakan sebelumnya. .sebuah "pelarian" dari dunia ternyamanku. Terjebak di tempat persinggahan yang penuh labirin tak berujung, kutemui dinding-dinding buntu tak henti,tak kutemukan jalan yang benar-benar bisa membuatku keluar dari sana, terlebih karena kerumitan yang tak mungkin kutinggal.

Apalagi saat berperang dengan malam dan angin. .tergores begitu banyak guratan yang terasa di setiap denyutan nadiku.
Kadang jantung terpompa cepat mewarnai ketegangan. .lalu melemah seiring raga yang berteriak meminta jatahnya.
Semua itu kulewatkan bertiga saja, bersama malam . .dan juga angin.

Kado bahagia di titik kedewasaanku. .hadiah untukku yang ternyata tak sedewasa angkaku.

At twenty, I should be more mature. .hopefully I can!

Dan detik-detik terakhir Maretku, perlahan nurani membisikkan bahwa secepatnya aku harus pulang. .merasa kembali indahnya kebersamaan dalam berlari menuju cinta hakiki itu. .
Menuju sesuatu. .maka aku pun harus meninggalkan sesuatu.
Karena tujuanku luar biasa indah tiada tara, tak heran jika harus kutinggalkan semua ini. .bahkan jika ku harus mengucapkan salam perpisahan dengan dunia dan seluruh isinya, ini takkan mampu untukku sampai di tujuanku. .jika bukan karena Dia.
Maka ikhtiar dalam pencapaian tetap jadi prioritas.

Untuk semua yang tertinggal. .yang terkenang. .jangan khawatir, semoga dengannya aku mampu memetik hikmah atas setiap hal yang Dia berikan untukku.

Terlebih, aku harus mampu melepaskan balonku ke langit lepas, dan membuang permenku yang telah meleleh. .karena aku bukan lagi seorang anak kecil yang tak bisa terlepas dari balon dan permennya.

Dan kini, aku mampu bersahabat dengan malam. .hingga sunyi yang tersisa. .dan hariku berlalu tanpa angin. .berlalu tanpa angin.

Terima kasih Rabb. .atas kesadaran yang Kau beri, atas cahaya yang membuatku tak harus berjalan tertatih. .

Terima kasih. .atas Maret yang tak terlupa. .

=')

NoteMar 1, '11 8:01 PM
for everyone

NoteMar 1, '11 8:00 PM
for everyone